Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

Pulau Paskah

Pulau Paskah adalah sebuah pulau Polinesia di Samudra Pasifik tenggara. Sebuah wilayah khusus Chile yg dianeksasi pada 1888, Pulau Paskah secara luas yang terkenal dengan 887 patung-patung monumental.

Penyebab Zaman Es adalah Danau Toba

1. Danau Tektonik
Danau tektonik adalah danau yang terjadi akibat adanya aktivitas / peristiwa tektonik yang mengakibatkan permukaan tanah pada lapisan kulit bumi turun ke bawah membentuk cekung dan akhirnya terisi air.

2. Danau Vulkanik
Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk pada bekas kawah gunung berapi.

Itu berarti dulunya danau toba adalah gunung berapi.
nah di indonesia kan emang banyak gunung berapi. apanya yang aneh ? rata-rata pulau di indonesia bahkan dilintasi zona yang disebut ring of fire.

Perjalanannya dimulai beberapa tahun lalu, ketika para peneliti dibawah pimpinan Greg Zielinski dari Universitas New Hampshire, Amerika, melakukan penelitian di Greenland, Kutub Utara. Tim Zielinski mempelajari umur lapisan es yang terbentuk di kutub utara. Hasil penelitian itu sangat mengejutkan. Mereka mendapati pola perubahan temperatur es bumi secara global dalam waktu yang cukup lama. Di prediksi sekitar 74.000 tahun lalu, ada lonjakan besan kandungan sulfat di atmosfer yang dampaknya penurunan temperatur di bumi. lonjakan penurunan itu terjadi hampir 40 kali dari kondisi normal.

Ditempat lain, Michael Rampino seorang ahli geologi dari University of New York, meneliti temperatur bumi dari kondisi geologis tanah. Dia meneliti pola temperatur sejak ribuan tahun yang lalu berdasarkan material geologi. Dari penelitian itu ia mendapati, pada suatu saat, ada penurunan temperatur bumi sebesar 5 derajat celcius dalam beberapa tahun. Dalam keadaan normal, penurunan temperatur sebesar itu terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Dari data ini ia menyimpulkan bahwa ada kejadian dahsyat luar biasa yang menyebabkan terjadinya penurunan temperatur secara luar biasa. Ia menghitung kapan peristiwa luar biasa itu terjadi, dan ia sampai pada suatu angka 74.000 tahun lalu.

Baik Greg Zielinski dan Michael Rampino, sampai pada suatu pertanyaan yang sama, dimana ledakan super dahsyat 74.000 tahun lalu itu.

Seorang ahli vulkanologi di Universitas Toronto, Canada, John Westgate, dia adalah ahli yang bisa menentukan dari mana asal suatu material vulkanik. Dugaan awalnya, itu adalah material vulkanik dari pegunungan laki di eropa.tapi kenyataannya material itu berbeda.

Sementara itu seorang ahli lain, Craig Chesner, sedang melakukan penelitian di sekitar Danau Toba. Ia heran dengan bentuk danau dan kedalaman air di danau. Ia kemudian menemukan lapisan debu vulkanik yang sangat tebal di bukit-bukit sekitar Danau Toba. Contoh debu vulkanik ini ia kirimkan kepada John Westgate di Toronto.

John Westgate meneliti debu vulkanik kiriman Chesner, dan ternyata sama dengan yang dia teliti. Pertanyaan Rampino dan pertanyaan Zielinski ternyata mengarah pada temuan John Westgate. Telah terjadi ledakan super dahsyat 74.000 tahun lalu di Sumatera, tepatnya di lokasi Danau Toba sekarang, sebagaimana temuan Chesner.

Red Beach,Lautan Permadani Ala China

Lautan Permadani
Tempat ini memang bukan permadani raksasa.sesuai namanya,Red Beach adalah sebuah area seluas 600.000 hektar terletak di delta sungai Liaohe,sekitar 30 kilometer dibarat daya Kota Panjin,China.Disebut Red Beach atau Pantai Merah,karena wilayah ini benar-benar di selimuti oleh rumput berwarna merah

Rumput merah sendiri adalah jenis rumput laut yang berubah warna karena pengaruh kadar garam dan alkali.Uniknya,rumput ini berganti warna sesuai musim.ketika musim panas,rumput ini berwarna hijau,sedangkan pada musim gugur,rumput ini berwarna merah.

Rumah Bagi Para Burung
Nah.pantai ini juga berfungsi sebagai rumah bagi banyak spesies burung liar,lo.sebagian dari pantai ini juga masih ditutup,karena digunakan sebagai cagar alam bernama Shuangtai Hekou.Tetapi,jangan khawatir masih ada bagian yang dibuka untuk wisatawan,kok

Pantai yang juga menjadi tempat dilindungi didunia ini juga di gunakan sebagai 'stasiun' jalur migrasi burung dari Asia ke Australia.ternyata,ada 236 jenis burung pernah singgah di Red Beach.Uniknya,30 jenis diantaranya termasuk spesies langka,wiih!Anda tertarik mengunjunginya?tapi jangan salah,datang ke Red Beach cuuma ada di musim gugur,terutama bulan September.

Alam semesta ternyata TEROMPET malaikat israfil !

Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam
semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja. Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).
Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah". Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!

hujan darah di india

Hujan Darah Di India – Kembali terjadi fenomena alam yng tak kalah mengejutkan setelah pernah di temukan Misteri Segitiga Bermuda. Atau misteri yng terjadi karena adany kejadian / peristiwa alam seperti halny Benua Atlantis. Kali ini terjadi di Negara Bagian Kerala India. Hujan Darah Di India, seperti itulah tersebar berita dr berbagai infotaiment. Misteri ini terjadi sekitar 25 Juli 2001 hingga september 2001, sudah lumayan lama juga sebenarny.

Hujan Darah Di India

Hujan yng pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan adany turun hujan berwarna kuning, hijau lalu hitam.

Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September. Baru kemudian menyusul Hujan Darah Di India.

Hujan Darah Di India tersebut turun hanya pada wilayah yng terbatas dan hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan.

Penduduk lokal melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yng mendahului turunnya hujan yng dipercaya sebagai ledakan meteor.

Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi hingga di nyatakan Hujan Darah Di India. Pada mulanya ilmuwan mengira Hujan Darah Di India ini disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yng sangat mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut ternyata adalah sel hidup, namun di ketahui sel ini bukan berasal dari bumi.

Hujan Darah Di India

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.

Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Awalny mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.

Karena hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris.

Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yng hidup. Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya. Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi.

Teori Penyebab Hujan Darah Di India

:

~ Menurut para ilmuwan, Hujan Darah Di India terjadi kemungkinan batu meteor yng meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.

~ Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya sebelum Hujan Darah Di India tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.

~ Jika di hubungkan dengan hal-hal gaib, banyak juga yng mengatakan bahwa kejadian Hujan Darah Di India adalah akibat dari Para Malaikat yng sedang berperang Melawan Setan

Kerajaan Romawi Kuno Dibangun Dalam Semalam

Menurut laporan sebuah situs Amerika, bahwa arkeolog menemukan misteri yang mengejutkan, di mana bukti terbaru akhirnya membuktikan bahwasannya kerajaan Romawi kuno mulai dibangun pada tanggal 13 Agustus tahun 625 SM dan selesai dirampungkan sebelum Matahari terbenam.
Ketika wartawan menanyakan kepada mereka di mana mendapatkan bukti-bukti itu, para arkeolog mengeluarkan satu gulungan, yaitu sebuah dokumen dan kontrak yang ditandatangani sendiri oleh Julius Caesar.
Sebagian di dalam kontrak yang berbahasa Latin itu jika diterjemahkan adalah sebagai berikut: “Kami dari perusahaan developer Aljeida Babylon setuju, bahwasannya pada tanggal 13 Agustus tahun 625 SM ini akan mulai bekerja dan merampungkan bangunan kerajaan Romawi, jika kami tidak dapat menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan kerajaan, kemaharajaan Caesar boleh memenggal kepala kami dan berikan kepada singa sebagai santapan.
”Menurut para arkeolog, bahwa bukti ini mutlak berlaku, dan para pekerja ahli pasti dalam waktu satu hari menyelesaikan pembangunan kota Roma, sebab mereka tidak menemukan apa pun sisa fosil kepala yang dipenggal.
Pada kenyataannya, dokumen kemaharajaan Caesar ini sama persis dengan kain pembungkus mayat, bisa dipercaya namun juga meragukan. Dan saat ini, ilmuwan sedang menaksir usia sebenarnya isi gulungan itu yang menggunakan cara penentuan tahun dengan karbon.
Orang-orang mengetahui dari mata pelajaran di sekolah, bahwa wilayah kerajaan Romawi seluas 280 ribu meter persegi, dan di dalamnya termasuk sejumlah kota, kota kecil, beberapa sungai, sejumlah gunung, dan beberapa gedung teater, banyak sekali saluran pipa air, saluran pembuangan air, gerbang lengkung, museum, gereja katedral bersepuh emas, dan pondok piza dan lain sebagainya, yang mana kesemuanya itu harus dalam satu hari, artinya mesti diselesaikan dalam waktu 12 jam, sama sekali di luar imajinasi.
Arsitek bernama Flayter mengatakan, “Dalam waktu satu hari, tim proyek pembangunan saya bahkan tidak bisa menyelesaikan sebuah tembok pembatas kota. Di lihat dari gambar maket kota Roma ini, perusahaan saya harus menghabiskan waktu ratusan tahun baru bisa menyelesaikan seluruh proyek pembangunan kerajaan Roma.”
Jika kondisi yang dilukiskan dokumen tersebut itu benar, maka ilmuwan dan arsitek sekarang akan terperosok lagi ke labirin yang baru, mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana orang-orang pada masa itu dapat menyelesaikan pembangunan kerajaan Roma yang luasnya 280 ribu meter persegi itu hanya dalam waktu 12 jam.
Sejarawan Rogyes berpendapat, bahwa semua ini sama seperti bangunan piramida, adalah misteri sepanjang masa, hanya bisa membayangkan bahwa sejumlah benda-benda yang dikuasai orang-orang di masa itu telah hilang tak terwariskan, dan teknologi kita sekarang tidak bisa bersaing dengannya.
Pertama-tama mereka membangun piramida, berikutnya mereka membuat patung muka singa berbadan manusia, dan belakangan mereka membangun menara dsb, serta bangunan misterius dan unik yang tak terhitung banyaknya.

ternyata indoneia juga memiliki SEGITIGA BERMUDA

Segitiga Masalembo

Segitiga Masalembo adalah segitiga yang serupa dengan segitiga bermuda di kepulauan Bahama. Segitiga Masalembo ini terletak di perairan laut Jawa, tepatnya pertemuan antara laut Jawa dengan selat Makasar. Jika dilihat dari gambar diatas, kepulauan Masalembo ini lebih cenderung ke selat Makasar dibanding dengan laut Jawa.

Beberapa kejadian aneh dan kecelakaan pernah terjadi di daerah segitiga tersebut. Masih ingat peristiwa tenggelamnya kapal Senopati?? KM teratai?? atau yang lebih dahsyat lagi peristiwa hilangnya pesawat Adam Air?? peristiwa2 tersebut terjadi di daerah segitiga maut ini. Bukan baru2 ini saja, dulu pada tanggal 27 Januari 1981 KM Tampomas II terbakar di laut dan karam, lokasi kejadian di segitiga maut ini juga.

“Lokasi kecelakaan KM Teratai sekitar tiga mil dari bibir pantai Majene dan enam mil dari lokasi jatuhnya pesawat Adam Air,” kata Ignatius dalam laporannya kepada Menhub Jusman Syafii Jamal di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (12/1)

Banyaknya kecelakaan dan peristiwa2 aneh lainnya didaerah tersebut membuat daerah segitiga tersebut menjadi daerah terlarang di perairan Indonesia. Sebenarnya apa penyebab dari fenomena segitiga Masalembo ini?

Jika kita lihat dari letak geografisnya, maka didaerah segitiga Masalembo terdapat aliran arus air yang tidak normal. Benturan yang terjadi antara arus laut Jawa (dari barat ke timur), arus laut Flores (dari timur ke barat), ditambah dengan arus selat Makasar yang membelahnya ( dari utara ke selatan) membuat arus didaerah perairan Masalembo menjadi labil.

Kencangnya benturan antara tiga perairan, ditambah dengan terbawanya air laut dingin dari Samudera Pasifik ke Samudera Indonesia (15 juta meterkubik air perdetik) Dan hampir keseluruhannya melalui Selat Makassar, disebut2 sebagai penjelasan yang paling ilmiah yang menyebabkan segitiga ini menjadi daerah terlarang.

Itu dari segi kelautan (arus laut), bagaimana menjelaskan kecelakaan2 udara? apakah hanya kebetulan terjadi di wilayah Masalembo? ataukah wilayah tersebut mempunyai kekuatan misterius seperti bermuda triangle?


Diatas adalah gambar peribahan cuaca dan pergerakan angin di Indonesia. Coba perhatikan ada warna merah campur kuning camur hijau kebiru2an, anehnya warna tersebut berbentuk segitiga (tepat di wilayah segitiga Masalembo). Mungkin ini menunjukkan kalau perubahan cuaca dan pergerakan angin di wilayah segitiga Masalembo sulit diperkirakan (labil) karena merupakan campuran dari tiga warna tadi (sebenarnya saya sendiri kurang begitu paham).

Setidaknya penjelasan2 tersebut sudah mewakili bahwa segitiga Masalembo menjadi terlarang hanya karena faktor alam saja, tidak seperti segitiga bermuda yang penuh dengan kemisteriusan sampai sekarang. Tapi, taukah anda kalau diperairan Masalembo seringkali terjadi keanehan selain kecelakaan?

Menurut kesaksian beberapa orang yang berhasil melewati wilayah segitiga tersebut (ternyata tidak semua berujung kecelakaan) baik dari laut maupun udara, mereka mengatakan melihat penampakan aneh, seperti burung besar, ular laut besar, dll. Mungkinkah burung besar itu pterodactyl? mungkinkah mereka melihat makhluk2 purba? ataukah mereka hanya berhalusinasi atau bahkan berbohong?

Fakta Tentang Ka'bah Gegerkan Ilmuwan NASA

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, ?Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.?

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka?Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka?Bah di planet Bumi dengan Ka?bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ?Zero Magnetism Area?, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka?Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka?Bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
?Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam?

Sabuk Radiasi Misterius Terdeteksi di Sekitar Bumi

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan sabuk radiasi sekitar Bumi melalui misi Van Allen Probe.

Van Allen Probe adalah sepasang pesawat ruang angkasa robotik yang diluncurkan pada Agustus tahun lalu. Pesawat ini mengembangkan misi investigasi pasangan sabuk radiasi Bumi.

Menariknya, misi ini menemukan tiga cincin radiasi singkat, yang sebelumnya tidak diketahui di sekitar Bumi.

Dilansir Gizmodo, Jumat 1 Maret 2013, NASA mengatakan penemuan ini merupakan salah satu keberuntungan. Pasalnya, hanya tiga hari setelah satelit Van Allen Probe diluncurkan, tim peneliti ilmuwan planet yang dipimpin Daniel Baker, mengajukan permintaan terakhir yang tak biasa.

Tim ini meminta teleskop Relativistic Electron Proton Telescope (REPT) diaktifkan lebih awal dari yang dijadwalkan. Maksudnya, agar pengamatan tim ini akan melengkapi misi lain mereka yang disebut SAMPLEX. Namun, yang terjadi adalah hal tak terduga.

Instrumen REPT menangkap pemandangan sejumlah penambahan partikel energi tinggi yang terperangkap di antara dua sabuk radiasi Allen Belt. Energi dari sabuk radiasi misterius itu terkepung, sekitar 11.900 sampai 13.900 ribu mil di atas permukaaan Bumi.

"Kami mulai bertanya-tanya, apakah ada sesuatu yang salah dengan instrumen kami," kata Shri Kanekal, ilmuwan yang juga deputi misi Van Allen Probe.

"Kami memeriksa segalanya, tapi tidak ada yang salah. Sabuk ketiga berjalan indah, hari demi hari, minggu demi minggu, selama empat minggu," tambahnya. Pada 1 Oktober, sabuk ketiga ini lenyap. Diduga karena gelombang kejut akibat badai kuat matahari.

Soal waktu pembentukannya, letusan matahari besar yang terjadi pada 31 Agustus 2012 disinyalir turut jadi pemicu.

Penemuan ini diklaim menjadi penemuan favorit. Penemuan sabuk radiasi Bumi, Van Allen merupakan penemuan pertama pada Space Age (zaman eksplorasi ruang angkasa) yang dimulai pada 1957.

cermin alami raksasa di bolivia

Mau tau ada cermin raksasa di dunia, dan asyiknya lagi cermin raksasa ini terbentuk secara alami, sungguh sangat menakjubkan. Seorang fotografer bernama Takaki Watanabe menangkap serangkaian gambar dari wisatawan yang terpesona. Salar de Uyuni di Bolivia yang dijuluki 'surga dunia' berada di dekat puncak Andes pada ketinggian 11.995 kaki di atas permukaan laut. Fenomena alam cermin yang menakjubkan ini terbentuk saat banjir kecil membuat orang tampak berjalan di atas langit. Hamparan garam datar seluas 6.500 mil menjadi yang terbesar di dunia, bahkan lebih besar dari Danau Titicaca.

Cermin Raksasa

Keajaiban geologi yang sangat datar di Amerika Selatan membuat NASA menggunakan permukaannya untuk menyesuaikan orbit satelit. Hamparan garam terjadi di daerah yang berbeda seperti danau atau kolam dimana iklim tidak menguapkan air lebih cepat daripada tingkat curah hujan, hasilnya jika air tidak dapat mengalir akan mengumpulkan air dalam jumlah besar.

Cermin Raksasa

Meskipun sifatnya kering, Salar de Uyuni menciptakan fenomena langka berupa keajaiban alam yang menjadikannya sebagai padang gurun hidup di pegunungan dengan suhu rata-rata stabil sekitar 21C di musim panas. Wisatawan yang datang ke daerah tersebut dapat menikmati bentangan putih garam dan pemandangan sekitarnya yang menakjubkan, selama tinggal dengan penduduk setempat, wisatawan dapat merasa seperti terputus dari dunia modern.

Cermin Raksasa

Dengan hanya sekitar Rp 150.000,- per hari, wisatawan dapat menginap bersama keluarga petani di rumah-rumah tanpa air atau listrik, bahkan kamar mandi berada di luar rumah. Meskipun wisatawan telah lama mengunjungi daerah tersebut, baru sekitar lima tahun yang lalu lithium ditemukan tepat di bawah permukaan garam.

Cermin Raksasa


Cermin Raksasa

Salar de Uyuni selain menakjubkan juga mengandung konsentrasi tertinggi lithium yang penting untuk baterai komputer dan telepon di dunia. Antara 50 hingga 70 persen pasokan logam mulia di dunia terkandung di daerah tersebut. Selain kekayaan mineral, Salar de Uyuni juga menjadi rumah bagi satwa liar flamingo pink yang menakjubkan.

Sejarah terbentuknya galaksi bima sakti

Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Durham mengungkapkan asal muasal bintang purba di alam semesta. Menurut hasil penelitian mereka tersebut, bintang-bintang purba tersebut berasal dari sisa-sisa galaksi kecil yang terkoyak saat terjadi tabrakan galaksi 5 milyar tahun lalu.

Untuk mengetahui kejadian tersebut, para ilmuwan dari Durham’s Institute for Computational Cosmology beserta para kolaborator dari Max Planck Institute for Astrophysics, Jerman, dan Groningen University, Belanda melakukan simulasi besar-besaran yang bertujuan untuk menciptakan kembali awal mula terbentuknya galaksi Bima Sakti.

Simulasi yang dilakukan ini ternyata mengungkap keberadaan bintang-bintang purba ditemukan di puing halo bintang sekeliling Bima Sakti, ternyata telah terkoyak dari galaksi yang lebih kecil akibat gaya gravitasi yang terbentuk saat terjadinya tabrakan galaksi.

Menurut prediksi kosmolog, alam semesta dini terdiri dari galaksi-galaksi kecil yang memiliki masa hidup pendek dan memimpin terjadinya kekerasan. Galaksi-galaksi ini kemudian bertabrakan satu sama lainnya meninggalkan puing-puing yang akhirnya menetap dan tampak seperti galaksi dalam hal ini Bima Sakti.

Hasil penelitian ini juga sekaligus menunjukkan kalau bintang-bintang purba di Bima Sakti sesungguhnya berasal dari galaksi lain dan bukannya bintang-bintang awal yang lahir di Bima Sakti saat ia mulai terbentuk 10 milyar tahun lalu.

Arkeologi Galaktik
Penelitian ini tak pelak membuat Andrew Cooper dari Universitas Durham beserta rekan-rekannya menjadi ahli arkeologi galaktik yang mencari situs dimana terdapat bintang purba untuk diteliti sehingga bisa mengungkap sejarah terbentuknya galaksi Bima Sakti. Dan yang pasti untuk mendapatkan situs bintang purba pun tak mudah, karena mereka tersebar di sekeliling galaksi, bukan terkumpul hanya di suatu tempat saja.

Simulasi yang dijalankan menunjukkan betapa berbedanya relik yang ada di Bima Sakti saat ini, seperti halnya bintang-bintang purba yang memiliki kaitan dengan sebuah kejadian di masa lalu. Nah, seperti halnya lapisan batuan purba yang mengungkap sejarah Bumi, halo bintang juga mempertahankan catatan berbagai kejadian dramatik pada satu periode di masa lalu Bima Sakti yang berakhir jauh sebelum Matahari lahir.

Simulasi yang dilakukan ini dimulai sesaat setelah Dentuman Besar, sekitar 13 milyar tahun lalu. Setelah itu digunakan hukum fisika yang berlaku umum untuk mensimulasi evolusi materi gelap dan bintang-bintang. Simulasi ini dilakukan dengan kondisi yang realistik serta mampu memperbesar dan memperlihatkan detil struktur halo bintang, termasuk di dalamnya “aliran” bintang. Aliran bintang disini merupakan bintang yang terlontar atau tertolak dari galaksi-galaksi kecil sebagai akibat gaya gravitasi materi gelap.

Hasil simulasi memperlihatkan, satu bintang dalam seratus bintang di Bima Sakti berasal dari halo bintang, yang lebih besar dari piringan spiral galaksi. Dan bintang-bintang tersebut usianya sudah hampir setua alam semesta.

Tak pelak, simulasi ini bisa dikatakan merupakan cetak biru dari pembentukan galaksi, yang memperlihatkan petunjuk penting dari sejarah kelam dan dramatik yang pernah ada di Bima Sakti.

7 fakta menakjubkan tentang bumi

Sebagai salah satu planet di tata surya ini, Bumi memang menjadi satu-satunya tempat yang dihuni makhluk hidup karena memiliki berbagai unsur hara kehidupan. Dengan usia jutaan tahun, Bumi sudah melewati berbagai masa kehidupan. Mulai penciptaan manusia pertama, hewan-hewan prasejarah, sampai nanti tiba di akhir dunia.
Sudah berapa lama kamu tinggal di Bumi ini? Pasti kamu akan memiliki jawaban yang berbeda tergantung dengan usiamu. Namun rupanya, Bumi memiliki fakta-fakta menakjubkan yang tidak semua orang tahu. Apa saja ya?

1. Bumi Tidak Bulat Sempurna
Dalam pelajaran IPA dan sains ketika kamu masih SD, kamu pasti sering diberitahu oleh gurumu jika Bumi itu tidak bulat sempurna. Dan memang benar jika Bumi itu tak seperti bola. Faktanya, Bumi memiliki tonjolan di sekitar ekuator karena gaya gravitasi. Polar radius bumi adalah 3.949,99 mil sedangkan radius ekuator adalah 3.963,34 mil. Bersyukurlah untuk kamu yang tinggal di ekuator/Khatulistiwa (termasuk Indonesia) karena langit kamu bisa menggapai bintang lebih cepat.

2. Asal Nama Bumi Dari Anglo-Saxons
Setiap planet di sistem tata surya ini dinamai dengan nama Dewa Dewi dari mitologi Yunani dan Romawi, kecuali planet tempat kita tinggal. Bumi (Earth) berasal dari kata Anglo-Saxon yakni kata Erda yang berarti tanah. Namun faktanya, 71% dari Bumi adalah air dan menjadi satu-satunya planet di seluruh alam semesta ini yang memiliki cairan berharga tersebut.

3. Sehari Bukanlah 24 Jam
Orang-orang mungkin sering bilang bahwa 24 jam tidak cukup, dan itu benar. Sebetulnya Bumi ini berputar pada porosnya dalam waktu 23 jam, 56 menit, 4 detik. Hari matahari, waktu yang diperlukan oleh matahari untuk kembali ke posisi meridian bervariasi sebanyak 16 menit sepanjang tahun. Tak paham apa maksudnya? Silahkan google dan mencari tahu di buku ilmu pengetahuan, karena akan cukup panjang jika dijelaskan.

4. Bumi Satu-Satunya Planet Berlempeng Tektonik
Para ilmuwan percaya bahwa Bumi ini tediri dari 7 lempengan utama kerak bumi yang bergerak ke arah berbeda sampai 4 inci per tahun. Jika mereka bertubrukan, maka penyebab gunung berapi dan gempa bumi bisa dijelaskan. Meski terdengar mengerikan, namun kabar baiknya adalah kegiatan gerakan lempeng ini memungkinkan karbon untuk didaur ulang. Dan ternyata Tuhan menciptakan sesuatu di dunia ini selalu ada manfaatnya.

5. Bumi Punya Kembaran Bernama Theia
Lagi-lagi ilmuwan percaya bahwa Bumi ini tak sendirian di orbit tata surya. Bumi memiliki 'kembaran' yang bernama Theia dan berukuran seperti Mars serta berada 60 derajat di depan atau belakang jarak Bumi. Suatu sore sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Theia menabrak Bumi dan sebagian besar potongan itu meledak dan menjadi material penciptaan bulan. Terdengar aneh? Fakta menyebutkan bahwa bulan memang memiliki besar mirip planet dan isotop logam yang sama seperti Bumi.

6. Bulan Misterius Dengan Orbit (Hampir) Sempurna
Berbicara mengenai satelit Bumi ini memang sangat unik. Bulan memiliki pusat tata surya sekitar 6.000 meter lebih dekat ke bumi dan seharusnya itu membuat orbitnya tak menentu. Namun faktanya orbit bulan hampir melingkar sempurna. Ada sebuah fenomena alam unik yakni ketika matahari tampak 400 kali lebih besar daripada Bumi dan 400 kali lebih jauh dari Bumi yang membuat matahari dan bulan tampak berukuran sama di langit Bumi. Sebuah Ke-Esaan Tuhan yang lain.

7. 90% Samudera Belum Ter-Eksplorasi
Jika orang-orang seringkali ingin mengeksplorasi bulan dan Mars, maka mereka melakukan kekeliruan karena melupakan samudera kaya di Bumi. Faktanya, masih kurang dari 10% bagian samudera luas di Bumi yang sudah dieksplorasi. Samudera mengandung 97% air dan 99% kehidupan. Jika sudah ada 212.906 spesies makhluk laut sudah diketahui, maka ada 25 juta lebih spesies YANG BELUM DIKETAHUI. Berharap saja monster Loch Ness itu tak ada apa-apanya

Ternyata Ada Pohon Lengkung Polandia

Di sudut kecil disebelah barat Polandia terdapat hutan dengan sekitar 400 pohon pinus tumbuh dengan lengkungan di dasar batang batangnya - semuanya melengkung ke arah utara. Dikelilingi oleh hutan yang lebih besar dari pohon pinus yang tumbuh lurus, koleksi pohon melengkung ini, atau sering disebut dengan nama "Crooked Forest", adalah sebuah misteri.



Ditanam sekitar tahun 1930, pohon pohon ini tumbuh besar selama tujuh sampai 10 tahun sebelum mendapatkan suatu "perlakuan" sehingga melengkung sampai saat ini. Inilah yang dipahami orang jika ingin membentuk sebuah pohon dan perlakuan ini adalah intervensi mekanik manusia terhadap pohon. Meskipun begitu tujuan dari dibengkokkannya pohon ini dengan bentuk seperti pada foto, tidak diketahui sampai sekarang.





Pada tahun 1930 daerah hutan ini adalah daerah kekuasaan Jerman, dan disekitar daerah ini banyak bangunan bangunan yang didirikan di tengah hutan. Sahabat anehdidunia.com bangunan bangunan ini adalah laboratorium bagi percobaan percobaan yang dilakukan pemerintah Jerman. 9 tahun kemudian pecah perang dunia kedua yang akhirnya membawa kekalahan pada jerman dan daerah inipun diberikan kepada polandia. penduduk lokal yang dulu tinggal di daerah ini telah digantikan dengan penduduk polandia yang tidak mengetahui hal ihwal percobaan percobaan jerman tersebut. Jadilah lengkungan pohon pohon pinus ini misteri sampai sekarang.

Chichén Itzá

Chichén Itzá merupakan sebuah situs kuno peradaban suku Maya yang terkenal akan ramalanya. Situs ini terletak di Meksiko semenjak abad 800 SM. Bangunan Chichén Itzá didirikan oleh raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl yang datang ke Semenanjung

Saking Indahnya, Sawah Ini Terlihat Seperti Lukisan


Di pedalaman China, ada kompleks persawahan yang sangat indah jika dilihat dari atas. Sawah yang berundak dan warna air serta padi yang cantik membuat siapapun yang memandang seperti sedang melihat sebuah mahakarya lukisan Tuhan.
Tidak seperti sawah-sawah lain, kompleks persawahan di Pegunungan Ailao, Yuanyang, barat daya China memiliki warna dan pola yang sangat indah. Dari Daily Mail, Senin (11/2/2013), terasering di sini sering disebut sebagai ‘Stairway to Heaven’ atau tangga menuju surga. Ini karena undak-undaknya sangat tinggi, mencapai 2.000 mdpl.
Sekilas, persawahan ini terlihat seperti lukisan nan indah. Kompleks persawahan ini dimiliki suku Hani yang memang sudah tinggal di pegunungan tersebut dari 2.500 tahun lalu. Para pendahulu harus berusaha keras bertahan hidup di pegunungan. Akhirnya, mereka membuat lahan sawah yang hingga kini masih jadi mata pencaharian utama suku Hani.

Kemampuan mereka ternyata lebih dari sekadar bertahan hidup. Karena terdapat karya seni yang mendalam di terasering tersebut. Kaisar dari Dinasti Ming menjuluki seni ukir dari persawahan tersebut sebagai sesuatu yang berseni tinggi. Bahkan UNESCO telah menetapkan kawasan tersebut sebagai Situs Warisan Budaya dan Alam.
Kawasan ini dilindungi oleh pemerintahan China karena setiap tahun berhasil memenuhi kebutuhan makanan ribuan orang. Anda pun bisa melancong ke sana dan melihat sendiri bagaimana indahnya sawah suku Hani. Pada musim dingin hingga musim semi, seluruh sawah akan terisi air. Warna yang terlihat akan kebanyakan coklat.

Tak lama, padi akan ditanam dan warna akan perlahan berubah jadi hijau muda. Musim tanam hingga panen berlangsung dari bulan Maret hingga November. Anda tinggal pilih, ingin menikmati pemandangan yang seperti apa.

Rabu, 06 Maret 2013

Misteri segitiga bermuda

Misteri terus melingkupi sebuah wilayah laut di dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Bermuda, Puerto Riko, dan Miami di Amerika Serikat.

Ada yang menyebutnya 'Segitiga Setan', 'Limbo the Lost', 'Twilight Zone', bahkan ada yang menyebutnya sebagai rumah Dajjal dan tempat tinggal Alien, namun yang paling tenar adalah sebutan 'Segitiga Bermuda -- terinspirasi dari artikel Vincent Gaddis di Majalah Argosy.

Meski, dalam peta Amerika Serikat, The U. S. Board of Geographic, tak ada tempat bernama 'Segitiga Bermuda'.

Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor, dan menakutkan di muka Bumi. Apalagi, dalam sejarahnya, banyak kapal dan pesawat yang tertelan di lokasi itu.

Legenda Segitiga Bermuda makin ramai diperbincangkan ketika pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat, lima pesawat yang dipiloti para penerbang terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang di segitiga itu. Padahal cuaca sedang cerah.
Para pilot sempat meminta pertolongan lewat radio, namun, mereka tiba-tiba raib. Pesawat yang ditugasi mencari mereka juga raib misterius. Dilaporkan enam pesawat dan 27 orang hilang dalam peristiwa itu.

Juga peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.

Berbagai macam dugaan aneh muncul, ada yang mengatakan alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Danau Kawah Pingualuit

Danau Kawah Pinguluit terbentuk sekitar 1.4 juta tahun yang lalu, akibat benturan meteorit yang kekuatannya 8.500 kali bom atom yang menghantam Kota Hiroshima. Dengan diameter 3.44 km (2.14mil) dan meninggi hingga 160m (520kaki) di atas permukan tanah yang merupakan hamparan tundra, dengan kedalaman 400m (1.300). sementara dasar danau memiliki kedalaman 270m (890kaki) dan merupakan air paling murni di dunia. Danau Pingualuit tidak memiliki teluk,ataupun semacam aliran sungai sehingga air yang dimilikinya murni dari proses air hujan yang terkumpul. Danau ini ditemukan pada 1943, oleh Angkatan Udara Amerika Serikat yang sedang menelitik jejak meteor di kawasan Amerika.

25 Keajaiban Alam Ciptaan Allah SWT yang Indah

Subhanallah, Sungguh dan memang Allah SWT yang menciptakan segalanya, diantaranya adalah alam. Alam menyimpan semua kejadian-kejadian menarik dan Menakjubkan diseluruh Dunia. pada kali ini Surganya dunia akan menampilkan 25 Keajaiban Alam Ciptaan Allah SWT yang Indah dan dijamin akan membuat merasa kagum :

1. The Wave (antara Arizona and Utah – USA)
Batuan merah yang menarik perhatian di perbatasan Arizona-Utah. “The Wave” terbentuk 190 juta tahun yang lalu dari sebuah sand dune yang menjadi batuan. Formasi batuan hanya dapat diakses melalui 3 mil pendakian kaki dan diatur secara ketat.

2. Antelope Canyon (Arizona – USA)
Menjadi salah satu situs fotografi yang paling sering dikunjungi di baratdaya Amerika, Antelope Canyon berlokasi di dataran Navajo dekat Page, Arizona. Tersusun daru 2 bagian terpisah, bagian atas (“The Cracks”) dan bagian bawah (“The Corkscrew”=pembuka botol)

3. Great Blue Hole (Belize, Afrika)
Bagian dari sistem terumbu Lighthouse, “The Great Blue Hole” terbaring kurang lebih 60 mil dari dataran utama di luar kota Belize. “The Great Blue Hole” memiliki ukuran besar, hampir membentuk lubang lingkaran sempurna dengan diameter kurang lebih 0.4 km dan menjadi salah satu tempat penyelaman luar biasa di muka bumi. Di dalam lubang ini, air memiliki kedalaman 145 meter dan memberikan warna biru tua yang menyebabkan tempat ini disebut “Blue Hole”.

4. Crystal Cave of the Giants (Mexico, Amerika)
Ditemukan jauh di dalam penambangan di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk pada gua alami yang dibatasi seluruhnya dengan bedrock. Dapat dijumpai kristal-kristal yang sangat panjang, hingga yang setinggi pohon pinus dan pada beberapa keadaan, dapat memiliki warna perak dan emas translucent dengan bentuk yang beragam. “The Crystal Cave of the Giants” ditemukan pada tubuh batugamping yang mengandung perak-seng-timbal, dieksploitasi oleh pertambangan dan juga kemungkinan terlarut oleh fluida hidrothermal yang mengandung logam dan mengkritalisasi gipsum selama tahap penyusutan saat mineralisasi.

5. Eye of the Sahara (Mauritania, Afrika)
Bentuk permukaan spektakular ini terdapat di Mauritania, pada bagian barat laut gurun Sahar dan berukuran sangat besar dengan diameter 30 mil yang terlihat mencolok dari luar angkasa. Disebut juga struktur Richat – atau mata Sahara – formasi ini diperkirakan berasal dari hantaman meteorit yang kuat, namun saat ini geologis percaya bahwa ini adalah hasil dari uplift dan erosi. Penyebab bentuknya yang bundar masih menjadi misteri.

6. Blue Lake Cave (Brazil, Amerika)
Tempat terkenal dunia “Gruta do Lagu Azul” (Blue lake Cave) merupakan bangunan alami yang secara interior disusun oleh stalagtit, stalagmit dan danau biru raksasa yang sangat indah. Keindahan danau ini merupakan sesuatu yang sangat impresif. “The Blue Lake Cave” juga memiliki berbagai variasi formasi geologi namun warna biru yang sangat indah di dalamnya merupakan hal utama yang mengesankan dari danau ini.

7. Giants Causeway (Irlandia, Eropa)
Area dengan kurang lebih 40.000 kolom-kolom basalt yang saling bersambung, “The Giants Causeway” merupakan hasil dari erupsi vulkanik di masa lampau. Berlokasi di pesisir timur laut dari Irlandia Utara, kebanyakan dari kolom ini berbentuk heksagonal, walaupun banyak juga dijumpai berbentuk empat, lima, tujuh dan delapan sisi. Kolom tertinggi sekitar 12 meter, dan terdapat lava yang membeku sedalam 28 meter di tebingnya. Pada polling tahun 2005 dari pembaca “Radiot Times”, lokasi ini disebut sebagai keajaiban alami keempat terbesar di Inggris.

8. Hell Gate (Uzbekistan, Asia)
Dinamakan oleh penduduk lokal “Gerbang menuju neraka”, tempat ini berlokasi di dekat kota kecil Darvaz. Ketika geologis menggali untuk gas, 35 tahun yang lalu, mereka tiba-tiba menemukan gua bawah tanah yang sangat besar. Tidak ada yang berani untuk memasuki karena gua tersebut penuh terisi dengan gas, sehingga mereka membakarnya agar tidak ada gas beracun yang keluar dari lubang tersebut, dan semenjak itu terbakar. Tidak ada yang mengetahui berapa ton gas yang berkualitas telah terbakar selama bertahun-tahun dan nampak seperti tidak akan habis.

9. Wave Rock (Australia)
“Wave Rock” adalah sebuah formasi batuan alami berlokasi di sebelah barat Australia. Namanya diambil dari fakta bahwa bentuknya yang menyerupai ombak laut tinggi yang pecah. Singkapan total menutupi beberapa hektar; bagian “ombak” dari batuan memiliki tinggi sekitar 15 meter dan kurang lebih 110 meter panjangnya. Salah satu aspek yang jarang diperlihatkan di fotografi adalah dinding penguat yang sekitar setengah bagian dari batuan.

10. Chocolate Hills (Filipina, Asia)
Tersusun oleh sekitar 1268 lembah berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran yang seragam pada area lebih dari 50 kilometer persegi, formasi geologi yang tidak umum ini, dinamakan “Choclate Hills”, berlokasi di Bohol, Filipina. Terdapat beberapa hipotesis berkaitan dengan pembentukan lembah ini. Beberapa meliputi pelapukan batugamping sederhana, vulkanisme sub-oseanik, uplift dari lantai samudera dan beberapa teori baru yang mengaitkan tentang runtuhnya gunung api aktif masa lalu yang memuntahkan blok besar batuan yang kemudian ditutupi batugamping dan akhirnya terdesak keluar dari laut.

11. Light Pillar
Fenomena visual yg tercipta karena pantulan cahaya yang indah

12. Catatumbo lightning
Keajaiban alam yg tinggal kenangan krn dihancurkan oleh letusan gunung berapi tarawera pada tahun 1886, Fenomena alam air hangat ini terbentuk dari semburan geyser yang melintas menuruni lereng bukit meninggalkan ketebalan es, kolam air hangat terbesar ini tercatat 3 hektar, sebelum kehancuranya fenomena ini masuk kedalam “The Eighth Wonder of the World”

13. Penitentes
Fenomena alam yg hanya terjadi di tempat antara Chili dan Argentina, yaitu salju di permukaan yg tinggi yg runcing karena tiupan angin yang kuat di pegunungan andes.

14. Sun Dogs
Fenomena dimana matahari terlihat berjumlah 3 buah.

15. Red Tides
Sebuah fenomena alam yg terjadi krn berkumpulnya mikroorganisme dipesisir tempat bergabungnya air dari muara, laut atau air sungai dan membuat air menjadi berwarna ungu dan merah

16. Ice Circles
Lingkaran es fenomena yg sangat jarang sekali terjadi di air yg bersuhu dingin.. lingkaran es2 besar ini dapat ditemui di skandinavia dan Amerika utara, dan kejadian yg terbaru terjadi di Inggris, pada januari 2009

17. Green Canyon (Indonesia)

18. Danau 3 Warna (Indonesia)

19. Danau Berwarna Pink (Australia)

20. Grand Canyon Arizona – USA

21.Niagara Falls -Canada

22.Antartika

23.Angel Falls – Venezuela

24.Mount Everest – Perbatasan Nepal & Tibet

25. Raja Ampat Papua – Indonesia

Piramida di Dasar Laut Jepan

Selama ini, orang menganggap piramida hanya terdapat di Mesir. Padahal di berbagai wilayah lainnya di dunia juga secara berturut-turut telah ditemukan piramida zaman prasejarah. Seperti misalnya peradaban bangsa Maya di Amerika Selatan, peradaban bangsa Yunani di Eropa, wilayah Asia dan lain-lain, telah ditemukan piramida yang bentuk dan besar kecilnya tidak sama.

Artikel ini memperkenalkan sebagian piramida yang ditemukan di Jepang, piramida-piramida ini sepertinya tidak ada hubungan apa pun dengan bangsa Jepang modern, mungkin dibuat oleh manusia prasejarah yang jauh sebelum adanya sejarah.


Sejumlah piramida dan bangunan batu raksasa ditemukan di dasar laut lepas pantai Jepang. Peradaban maju itu tidak ada hubungannya dengan peradaban Jepang sekarang ini.


Sejak tahun 1950-an, di berbagai wilayah Jepang secara berturut-turut telah ditemukan peninggalan piramida dalam jumlah besar dan bangunan batu raksasa, dari masa sejarah yang sangat lama, di antaranya beberapa piramida karena permukaannya tertutup oleh debu dan tanah, serta dipenuhi dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan, bagian luar tampak seperti sebuah gunung yang tinggi. Orang Jepang Jiujing Shengjun bahkan menemukan adanya hubungan tertentu antara bangsa Jepang dengan bangsa Yahudi pada zaman dahulu.



Tidak hanya demikian, pada tahun-tahun terakhir ini di dasar laut lepas pantai Jepang telah ditemukan banyak sekali peninggalan peradaban zaman purbakala. Sejak Maret 1995, penyelam menemukan 8 tempat peninggalan yang tersebar di sekitar Hiroshima hingga lautan Pulau Yonaguni.

Tempat peninggalan pertama adalah sebuah konstruksi persegi empat yang sangat menarik, namun tidak begitu jelas dan ditutupi oleh karang sehingga bagian buatan manusianya tidak bisa dipastikan. Setelah itu, seorang atlet penyelam di musim panas tahun 1996 di luar dugaan menemukan sebuah teras beruncing raksasa di kedalaman 40 kaki di bawah permukaan laut Oklahoma Selatan, dipastikan merupakan hasil buatan manusia.

Dan melalui pencarian lebih lanjut, tim penyelam lainnya menemukan lagi sebuah monumen lain dan lebih banyak lagi bangunan buatan manusia. Mereka mendapati jalan yang panjang dan luas, tangga dan pintu lengkung yang tinggi dan megah, serta batu raksasa yang dipotong dengan sempurna. Semua ini dipersatukan selaras dengan gaya bangunan berbentuk garis lurus yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Dalam beberapa bulan selanjutnya, kalangan arkeologi Jepang ikut serta dalam penggalian yang membangkitkan semangat ini. Tidak lama kemudian, mereka menemukan lagi sebuah konstruksi yang berbentuk piramida yang sangat besar di kedalaman 100 kaki di bawah permukaan laut tidak jauh dari pegunungan Sinaguni yang berjarak 300 mil dari Hiroshima.

Benda raksasa ini terletak di sebuah kawasan luas yang kelihatannya digunakan untuk penyelenggaraan upacara, pada kedua sisinya terdapat pintu menara raksasa, bangunan ini panjang 240 kaki, lebar 600 kaki, dan tinggi 90 kaki, dan sejarahnya dapat dilacak kembali minimal 8.000 tahun SM.

Oleh karena visibilitas normal adalah 100 kaki di bawah permukaan laut, maka tingkat kejernihan pandang peninggalan ini cukup untuk pengambilan foto dan rekaman video. Gambar-gambar tersebut muncul dalam berita utama di koran-koran Jepang melebihi satu tahun lamanya, arkeolog berpendapat, bahwa ini mungkin adalah sebuah bukti awal adanya peradaban zaman batu yang masih belum diketahui orang.

Ahli geologi, Profesor Masaki Kimura dari Universitas Hiroshima, yang pertama-tama mengadakan penelitian ini dan mengambil kesimpulan bahwa bangunan yang mempunyai lima tingkat konstruksi ini adalah buatan manusia. Dia mengatakan:“Bahwa bangunan ini bukan benda hasil alamiah.

Jika hasil alamiah, seharusnya pecahan yang terbentuk melalui korosi bertumpuk di atasnya, namun tidak ditemukan pecahan batu seperti ini.” Dia menambahkan, “bahwa sekeliling bangunan terdapat suatu yang mirip jalanan, dan ini semakin membuktikan bahwa ia adalah buatan manusia.



Profesor ilmu geologi Universitas Boston Robert Sketche menyelam dan memeriksa bangunan tersebut. Dia mengatakan, “Jika diamati, bangunan itu seperti serentetan tangga raksasa, setiap tangga tingginya kurang lebih 1 meter. Esensial penampang bangunannya mirip dengan piramida model tangga. Ini merupakan sebuah struktur yang sangat menarik.

Pengikisan air yang alami ditambah lagi dengan proses perpecahan batu berkemungkinan menghasilkan struktur seperti ini, namun kami masih belum menemukan proses yang bagaimana dapat menghasilkan penampang tangga yang begitu tajam.”

Bukti selanjutnya yang dapat membuktikan bahwa bangunan tersebut adalah buatan manusia adalah beberapa tumpukan kecil dari batu yang ditemukan di sekitarnya. Mirip dengan bangunan utama, piramida-piramida mini ini dibentuk dari batu hampar berbentuk tangga yang disatukan, lebarnya 10 meter dan tinggi 2 meter.

Profesor Kimura berpendapat, bahwa masih terlalu pagi jika ingin mengetahui siapa yang telah membuat monumen tersebut atau apa tujuannya. Dia mengatakan,“Bangunan ini mungkin adalah sebuah istana dewa dari agama zaman dahulu, digunakan untuk memuja-muji dewa tertentu, sama seperti penduduk Hiroshima yang percaya pada dewa Nirai-Kanai yang dapat mendatangkan kesejahteraan dari laut kepada mereka.

Oleh karena berdasarkan catatan, 10 ribu tahun lampau tidak ada manusia yang mampu membuat monumen seperti ini, maka ini mungkin adalah sebuah bukti peradaban manusia yang tidak diketahui orang.”



“Hanya manusia yang memiliki teknologi tingkat tinggi baru mampu menyelesaikan proyek seperti ini, dan sangat mungkin berasal dari daratan Asia yang mengandung peradaban manusia paling kuno. Bangunan yang demikian raksasa harus menggunakan mesin tertentu baru dapat menyelesaikannya,” lanjut Profesor Kimura.

Masa peradaban Jepang sekarang ini berawal dari zaman batu baru sekitar tahun 9000 SM. Penghidupan orang-orang pada zaman itu adalah berburu dan mengumpulkan makanan. Tidak mungkin ada teknologi maju untuk membuat bangunan seperti piramida raksasa tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa sebelum peradaban Jepang kali ini, di kawasan Jepang ini, pernah ada peradaban manusia yang sangat maju, dan ia dengan bangsa Jepang sekarang tidak mempunyai

Antelope Canyon. Arizona – USA


berada di Navajo Land, dekat Page, Arizona di Amerika Selatan.Antelope Canyon atau Tebing Antelope adalah sebuah tebing yang menjadi tempat kunjungan favorit para fotografer dan menjadi tempat para wisatawan untuk melihat pemandangan luar biasa. Antelope Canyon terletak di area barat daya Amerika, tepatnya di sebelah utara Arizona.

Antelope Canyon adalah keajaiban alam yang terbentuk dari pengikisan batu, air dan angin. Antelope Canyon asal mulanya adalah gunung batu yang terbelah. Kesan pertama ketika melihat tempat ini seperti memasuki gua kecil yang tinggi. Namun ketika masuk, ternyata di dalamnya cukup luas. Di Antelope Canyon dapat terlihat cahaya yang masuk dari celah-celah. Baik dari lekukan, kedalaman, maupun warna yang ada pada bebatuan yang mempunyai bentuk yang berbeda. Cahaya yang masuk memantul ke bebatuan-bebatuan yang ada sehingga menghasilkan warna yang berbeda-beda.

Pemandangan di Antelope Canyon begitu indah. Antelope Canyon mampu memanjakan mata para turis, terutama para fotografer yang giat mengabadikan pemandangan-pemandangan indah. Antelope Canyon adalah surga bagi para fotografer. Perpaduan cahaya yang masuk di antara kawah-kawah ini mampu membuat orang-orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Dulu tempat ini tidak begitu ramai dikunjungi karena letaknya cukup terpencil. Bahkan banyak fotografer yang berusaha menyembunyikan tempat-tempat indah di daerah ini. Namun seiring waktu berlalu, tempat ini telah menjadi salah satu objek wisata di Arizona. Silakan mampir ke Antelope Canyon bagi yang ingin memanjakan mata dengan pemandangan-pemandangan indah.